Kabar mengejutkan datang dari peserta Aksi Bela Islam 212 kamarin. Pasalnya, selama acara berlangsung telah beredar puluhan kardus minuman gelas ale-ale berjenis teh yang diduga telah sengaja diracuni untuk sabotase Aksi Super Damai yang juga dihadiri oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Hal ini bermula saat peserta aksi yang meminum minuman ringan itu merasa sedikit keanehan yang mana rasanya begitu pahit. Usut demi usut telah ditemukan sedikit isolatif bening di pinggiran gelas tersebut.
Saat Isolatif itu dicabut, disaat itu juga air yang berada didalam gelas minuman tersebut langsung muncrat keluar melalui lobang suntik jarum injeksi yang semula tertutup oleh isolatif itu.
Melihat kejanggalan tersebut, sontak suasana di Aksi Bela Islam 212 kemarin langsung heboh. Beragam spekulasi pun bermunculan, salah satu peserta mengatakan bahwa minuman itu sengaja disusupi untuk mempengaruhi emosional peserta aksi hingga menjadi tak terkendali dengan harapan merusak aksi super damai.
Tak lama kemudian seluruh minuman yang sudah beredar dipara peserta Aksi Bela Islam 212 pun langsung ditarik kembali, dan diserahkan kepada relawan kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). Tim kesehatan juga kini telah melangsungkan uji coba di lab.
Sejauh ini dari pihak tim BSMI mengungkapkan bahwa minuman tersebut tidak terkandung Sianida dan Arsenik. Kini puluhan kardus minuman yang telah beredar juga sudah diamankan sebagai barang bukti.
“Hasil cek di lapangan, belum diketahui kandungan racunnya, namun dipastikan bukan Sianida dan Arsenik. Kita akan selidiki lebih lanjut kandungan mikrobiologi apa yang telah dimasukkan,” kata Bambang Edi yang merupakan bagian dari tim BSMI.

No comments:
Post a Comment