Sunday, December 4, 2016

Pelintiran berita metro tv: "Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Hari Ini Diperiksa Bareskrim"

Dihadirkan Sebagai SAKSI AHLI, Metro TV Malah Pelintir: "Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Hari Ini Diperiksa Bareskrim"


Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Hari Ini Diperiksa Bareskrim

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemimpin organisasi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq dijadwalkan diperiksa oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri hari ini, Kamis 3 November 2016. Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama.

Link: http://ift.tt/2f3pZUa

***

Coba perhatikan cara METRO TV memberitakan Habib Rizieq dengan membuat JUDUL seperti itu.

JUDUL: "Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Hari Ini Diperiksa Bareskrim"

INI kalau orang hanya baca JUDUL aja langsung menyangka:
- Habib Rizieq ini PIHAK YANG SALAH dalam kasus Penistaan Agama.
- Habib Rizieq ini pelaku Penistaan Agama

JUDUL yang dibuat METRO TV ini menghilangkan 1 KATA PALING PENTING DALAM BERITA, yaitu kata "AHOK".

Harusnya "AHOK" masuk dalam dalam JUDUL, sehingga JELAS tidak pelintar pelintir bias dan menimbulkan prasangka.

Lagian Habib Rizieq diperiksa Bareskrim SEBAGAI SAKSI AHLI yang DIDATANGKAN oleh PIHAK PELAPOR yang telah melaporkan AHOK atas dugaan Penistaan Agama.




Demikianlah Artikel Dihadirkan Sebagai SAKSI AHLI, Metro TV Malah Pelintir: "Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Hari Ini Diperiksa Bareskrim"

Sekianlah artikel Dihadirkan Sebagai SAKSI AHLI, Metro TV Malah Pelintir: "Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Hari Ini Diperiksa Bareskrim" kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Berita Pelintiran Metrotvnews.com : “1000 Ketapel Untuk Menyerang Jakarta Disita”

Lagi dan lagi. Kali ini, menjelang pelaksanaan aksi super damai bela Islam III, 2 Desember 2016, Metrotvnews.com memuat berita pelintiran alias hoax tentang penyitaan 1000 ketapel oleh polisi yang terjadi di Surabaya. Dalam berita jelas-jelas disebutkan jika 1.000 ketapel itu adalah pesanan dari Maros, Sulawesi Selatan, dan memang akan dikirim ke Maros. Namun oleh wartawan Metrotvnews.com ditulis dengan judul bombastis: “1000 Ketapel untuk menyerang Jakarta Disita”.
Lantas, apakah Maros berada di Jakarta? Apa hubungannya mengkaitkan penyitaan orderan ketapel dari Surabaya ke Maros, Sulawesi Selatan, dengan rencana aksi super damai bela Islam III, 212, di Jakarta?
Makin aneh saja pemberitaan media ini. Ketapel sudah jelas-jelas dikirim dari Surabaya ke Maros Sulawesi Selatan, bukan dikirim ke Jakarta namun dengan ENTENGNYA dibilang akan digunakan untuk menyerang Jakarta “Jelang Aksi Super Damai 2 Desember”, seperti cuplikan artikel di bawah ini:
metroMetrotvnews.com, Surabaya: Sebanyak 1.000 ketapel disita jelang aksi `Super Damai 2 Desember` di Jakarta. Seribu selepetan itu sedianya dikirim ke Maros, Sulawesi Selatan.
Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, mengatakan, 1.000 ketapel itu ditemukan di rumah pembuatnya di Jagir, Wonokromo, pada 27 November 2016. `Senjata` dipesan Citra Romdhoni, 38, warga Surabaya.
http://m.metrotvnews.com/jatim/peristiwa/Gbm3XzeK-1-000-ketapel-untuk-menyerang-jakarta-disita
Mungkin karena banyak mendapat kecaman, judul berita diganti oleh Metrotvnews.com menjadi “Polisi Amankan 1.000 Ketapel di Wonokromo”. Namun mereka tidak mengubah link asli yang masih berbunyi: ketapel untuk menyerang jakarta disita.
Padahal berita yang sama, pemberitaan di Detik sama sekali tidak menghubung-hubungkan dengan Aksi Bela Islam 212:
“Saudara saya namanya Dedy, mau dijual lagi di sana. Kalau pesan jumlah sedikit kan ya nggak untung, mahal biaya ekspedisinya to,”
1.000 Katapel Akan Dikirim ke Maros Diamankan Polisi di Surabaya http:https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-3357311/1000-katapel-akan-dikirim-ke-maros-diamankan-polisi-di-surabaya?utm_source=News
Juga pemberitaan di Tribunnews:
“Kakak saya pesan murni untuk jualan, karena di Maros sangat laris. Kalau pesanan ini untuk tindakan negatif, saya kira tidak,”
Polisi Sita 1.000 Katapel di Surabaya yang Hendak Dikirim ke Maros http://www.tribunnews.com/regional/2016/11/29/polisi-sita-1000-katapel-di-surabaya-yang-hendak-dikirim-ke-maros
Hanya di Metro TV yang pemberitaannya DIPELINTIR dan jadi KACAU BALAU begitu.
Bisa jadi, karena ulah mereka itulah umat menolak dan mengusir wartawan Metro TV dalam berbagai aksinya. 

Ternyata Pemilik Metro TV Adalah "James Riady" Bukan Milik "Surya Paloh"

Ternyata MetroTV Bukan Milik Surya Paloh Tapi???



Kenapa Metro TV begitu gencar melakukan pencitraan Ojo Kuwi???
jangan salahkan sepenuhnya Surya Paloh. Kenapa? Dia bukan pemilik Metro TV. Dia hny proxy.

Penguasa Metro TV sesungguhnya bukan Surya Paloh, itu sebabnya, direksi dan pemred Metro TV 90% cina atau non muslim.

Itu juga sebabnya, Metro TV sering bikin acara yang menghina, menghujat, melecehkan islam. Terakhir liputan tentang ROHIS.

Jika bukan milik Paloh, lalu milik siapa itu? Pasti teman2 kaget jika tahu faktanya Metro TV milik James Riady dan Antony Salim .

Metro TV milik PT Media Televisi Indonesia (MTI), dan MTI adalah anak perusahaan PT MULTIPOLAR, Lippo grup: http://en.m.wikipedia.org/wiki/MetroTV
LIPPO GRUP adalah kerajaan bisnis James Riady, seorang agen china military intellegency ( hasil investigasi otoritas. AS atas Lippogate).

Knpa LIPPO GRUP sangat eksis di Indonesia? Lippo dibantu Global China Resources Ltd, sebuah perusahaan kedok China Miliatry Intelligence.

Lippo juga dibantu oleh Salim Grup. Ayah James, Muchtar Riady mantan Dirut Bank BCA saat dimiliki Salim Grup. Lippo - Salim = sekutu.

Jadi, jangan heran, jika Surya Paloh tdk punya kuasa dan kewenangan sama sekali dlm menentukan kebijakan dan arah Metro TV.

Agenda politiknya James Riady : Sekulerisasi Indonesia dan hancurkan Islam.
Sebab itu, Direksi PT Media Televisi Indonesia, semua cina, non muslim kecuali surya paloh. Sekedar tameng, bumper, pengelabuan publik.

Siaran Metro TV ditentukan oleh pemrednya : Elman Saragih, Laurens Tato, Putra Nababan, Andi F Noya, Saur Hutabarat. Non muslim semua.

Apakah itu SARA ? Tidak. Tidak boleh menuduh SARA kepada non muslim. Hanya muslim dan umat islam yg boleh dituduh SARA. Itu protapnya.

Hanya umat Islam Indonesia yang perilakunya SARA. RASIS. Diskriminatif. Teroris. Non Islam ga boleh dituduh seperti itu. Ga boleh !!!
HERANNNN

Sama seperti perusahaan2 Lippo, Salim, Sinar Mas, Gemala Grup dll. Semua perusahan konglo cina ini perlakukan Islam = sampah. Kelas III.

Kembali ke Surya Paloh. Dua tahun lalu, pengakuan agen intelijen RRC yg mengeluhkan uang mereka US$ 30 juta yg diberikan ke Paloh tdk kembali.

Menurut agen intelijen China itu, uang US$ 30 juta itu adalah fee pengurusan perusahaan minyak RRC agar disetujui jd rekanan Petral.

Namun usaha agen RRC itu gagal dan uang tsb tdk dikembalikan. Kata agen2 china itu : “No Problemo, that’s only peanuts !” Kacang hehe.

“Uang kami banyak. Cadangan devisa RRC lebih USD 3000 milyar” .. RRC bahkan mau coba lagi dan mulai masuk ke CEPU via Paloh cs.

Apa yg tersirat dari info agen china tadi?
Mereka (inteligen china) connected ke Surya Paloh, Metro TV, Media Televisi Indonesia.
Ya wajar saja, Metro TV kan yg juga milik agen inteljen china : James Riady. Jangan2 sebenarnya milik pemerintah RRC ?!.

Metro Tv adalah TV pertama yg siarkan berita berbahasa cina/mandarin. Sejak bertahun2 lalu..

Berkat lobi Paus Fransiskus pada 27/3/14, Presiden Obama sdh minta sahabatnya James Riady (JR) mundur dari capres Jokowi. Pull out.

JR secara resmi, sbg elit arkansas connection, tentu ‘patuhi’ perintah Obama. Tetapi sbg agen RRC, JR punya kewajiban. Tugas negara.



Friday, December 2, 2016

Dituding Banyak Menyiarkan Berita Bohong, Wartawan Metro TV Diusir Massa

Dituding Banyak Menyiarkan Berita Bohong, Wartawan Metro TV Diusir Massa
Ada pemandangan berbeda di tengah-tengah Aksi Bela Islam III di depan patung kuda Jl. Merdeka Barat, Jakarta. Salah seorang reporter Metro TV yang sedang meliput diusir peserta aksi.
Peristiwa itu bermula ketika salah seorang reporter Metro TV yang sedang meliput aksi menyebutkan, bahwa peserta Aksi Bela Islam III hanya dihadiri 50 ribu orang. Sontak pernyataan tersebut menimbulkan kemarahan dari peserta aksi karena dianggap memberitakan sebuah kebohongan.
“Pergi, pergi, Metro tipu, penipuuu,” teriak salah seorang peserta aksi.
Salah seorang peserta aksi massa, Asep menyuarakan kemarahannya atas kebohongan yang dilakukan oleh salah seorang reporter Metro TV.
“Saya tidak terima, Mas. Mereka banyak melakukan kebohongan. Ini bahaya, makanya kami usir,” terang Asep dengan nada tegas.
Asep juga mengingatkan kepada Metro TV untuk tidak main-main dalam pemberitaan mengenai Aksi Bela Islam III ini.
“Kami ingatkan kepada mereka agar tidak main-main dalam memberitakan aksi ini. Jangan kalian beritakan yang tidak baik. Kalian catat itu ya,” tegas Asep dilansir Islamic News Agency.
Salah seorang reporter akhirnya dilarikan oleh pihak aparat kepolisian. Meski sempat dimintai tanggapannya, namun reporter Metro TV tersebut tidak memberikan jawaban.

Tragis  benar nasib Metro TV   sejak dijadikan media musuh islam oleh umat  islam.Tak pelak  disetiap liputan Metro TV diacara islam reporter metroTV selalu jadi bahan Bully-an.Begitu juga  dengan aksi super  damai  Bela Islam III 2 desember 2016 atau dikenal  dengan aksi  212.

Tak  heran kenapa Metro  TV selalu jadi   bahan Bully-an umat islam.Hal ini di karenakan pemberitaan yang  tak seimbang dan selalu menyalahkan umat islam disetiap pemberitaan yang dibuat metro TV.Dimata Metro TV umat islam  selalu salah  dan radikal .Jangankan Simpati ,empati-pun Metro TV tak  punya untuk umat Islam.Metro TV dimata umat islam dinilai sebagai media propaganda asing untuk memecah belah umat islam dan corong  komunis  yang sedang bangkit untuk  menguasai Indonesia.

Aksi 212 merupakan aksi  lanjutan dari aksi 411 menuntut keadilan, ketegasan hukum agar penista   agama “Ahok”   di tangkap dan dipenjarakan sesuai  dengan hukum yang berlaku.

Waduh, Aksi Bela Islam 212 Dibanjiri Minuman Gelas Beracun?




Kabar mengejutkan datang dari peserta Aksi Bela Islam 212 kamarin. Pasalnya, selama acara berlangsung telah beredar puluhan kardus minuman gelas ale-ale berjenis teh yang diduga telah sengaja diracuni untuk sabotase Aksi Super Damai yang juga dihadiri oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Hal ini bermula saat peserta aksi yang meminum minuman ringan itu merasa sedikit keanehan yang mana rasanya begitu pahit. Usut demi usut telah ditemukan sedikit isolatif bening di pinggiran gelas tersebut.
Saat Isolatif itu dicabut, disaat itu juga air yang berada didalam gelas minuman tersebut langsung muncrat keluar melalui lobang suntik jarum injeksi yang semula tertutup oleh isolatif itu.
Melihat kejanggalan tersebut, sontak suasana di Aksi Bela Islam 212 kemarin langsung heboh. Beragam spekulasi pun bermunculan, salah satu peserta mengatakan bahwa minuman itu sengaja disusupi untuk mempengaruhi emosional peserta aksi hingga menjadi tak terkendali dengan harapan merusak aksi super damai.
Tak lama kemudian seluruh minuman yang sudah beredar dipara peserta Aksi Bela Islam 212 pun langsung ditarik kembali, dan diserahkan kepada relawan kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). Tim kesehatan juga kini telah melangsungkan uji coba di lab.
Sejauh ini dari pihak tim BSMI mengungkapkan bahwa minuman tersebut tidak terkandung Sianida dan Arsenik. Kini puluhan kardus minuman yang telah beredar juga sudah diamankan sebagai barang bukti.
“Hasil cek di lapangan, belum diketahui kandungan racunnya, namun dipastikan bukan Sianida dan Arsenik. Kita akan selidiki lebih lanjut kandungan mikrobiologi apa yang telah dimasukkan,” kata Bambang Edi yang merupakan bagian dari tim BSMI.

Presiden dan Wapres sholat jum'at di monas secara spontan


Jelang pelaksanaan sholat Jumat di lapangan Monas yang dipadati oleh umat Islam dalam aksi Super Damai 212, akhirnya Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla tampak mendatangi lokasi aksi dengan memakai payung sebab hujan memang turun di tempat tersebut. Keduanya akan turut menjalankan sholat bersama dengan jutaan peserta aksi yang sejak pagi sudah memadati Monas.
Bersama dengan Presiden Jokowi, tampak juga Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Menteri Koordinator Bidang Politik hukum dan HAM Wiranto, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan, dan puluhan Paspampres yang mengawal para petinggi negara tersebut.
Presiden dan Wapres berjalan dari arah Istana Negara, menuju ke lapangan Monas dengan mengenakan kemeja putih-putih. Terlihat santai bersama-sama berbaur dengan jamaah kaum muslim yang sudah duduk rapi dalam shof-shof.
Khotib sholat Jumat di Monas pada aksi super damai 212 adalah Habib Rizieq Shihab. Sedangkan imam sholat Jumat yang berlangsung di bawah hujan rintik itu adalah Ketua MUI KH Maruf Amin
 Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) Jumat (2/12) siang tadi melaksanakan ibadah shalat Jumat di lapangan Monas bergabung dengan massa peserta aksi Bela Islam III. Menurut JK, ibadah shalat Jumat yang dilakukan di lapangan Monas tersebut dilakukan secara spontan dan tak direncanakan sebelumnya.

 “Memang spontan tadi dan tidak direncanakan bahwa toh rakyat dan kita yakin bahwa itu pertemuan damai dengan doa,” kata JK usai mengikuti shalat Jumat di lapangan Monas bersama Presiden Jokowi, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (2/12).

Ia pun menyampaikan, meskipun Presiden juga mendengarkan doa dari para massa peserta aksi terkait tujuan dilakukannya aksi damai ini, JK mengatakan akan tetap menyerahkan kasus dugaan penistaan agama pada proses hukum yang berlaku. “Jadi walaupun tentu Presiden mendengarkan apa yang niatnya dan tentu semuanya disalurkan ke jalur hukum. Itu saja,” kata JK. 

Usai melaksanakan shalat Jumat bersama, JK mengaku sempat bertemu dengan para ulama yang berkumpul. Kendati demikian, menurut dia, baik Presiden Jokowi dan JK hanya sempat berjabat tangan dengan para ulama.  “(Obrolan) Ndak, ndak, ndak. Mana bisa dengan begitu banyak orang. Jabat, jabat tangan saja,” kata dia.

JK pun meyakini aksi massa yang digelar hari ini akan berlangsung damai dan aman. Sebelumnya, saat akan bersiap diri menuju masjid Baiturrahman di kompleks Istana Kepresidenan, JK sempat menyampaikan kepada wartawan bahwa lapangan Monas sudah dipenuhi oleh para massa aksi. “Sudah penuh,” ucap dia.

Kemudian saat ditanya apakah Jokowi juga turut serta akan menunaikan ibadah shalat Jumat di masjid Baiturrahman, JK pun hanya menunjuk ke arah masjid di dalam Kompleks Istana Kepresidenan. Namun tiba-tiba, Presiden Jokowi dan Wapres JK berjalan kaki menuju lapangan Monas melalui pintu gerbang Istana Merdeka di tengah hujan yang tiba-tiba mengguyur. Jokowi dan JK tampak menggunakan kemeja putih dan celana hitam saat akan menunaikan ibadah shalat Jumat.

FOTO UDARA AKSI 212
















Merinding, Aksi 212 Berujung Kesejukan

Alhamdulillah, Aksi 212 Berujung Kesejukan




TIDAK seperti yang ditakutkan, aksi “Bela Islam III” untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan, berakhir dengan kelegaan dan membawa kesejukan. Tak ada aksi rusuh seperti pada malam 4 November lalu.
Massa umat Islam yang kembali datang dari berbagai daerah ke Ibu Kota dan memadati Lapangan Monas, Jakarta Pusat, seolah “menyulap” Jakarta bak Makkah dengan serangkaian giat ibadah doa, zikir, istighosah, tausiah dan diakhiri dengan Salat Jumat berjamaah.
 
Awalnya memang massa sempat lantang menyoraki Kapolri Jenderal Tito Karnavian, kala hendak menyampaikan sambutan. Tapi setelah dia menyindir Komisi Pemberantasan Korupsi, mantan Kapolda Papua itu meraup simpati massa.
“Kemarin sudah diserahkan ke Kejaksaan tersangkanya (Ahok). Bayangkan, berapa kali juga (pernah) diperiksa KPK tak bisa jadi tersangka. Ketika ditangani Polri, (Ahok) bisa jadi tersangka,” cetus Kapolri yang direspons riuh peserta aksi 212.
Yang tak kalah mengejutkan adalah, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ternyata hadir ke tengah-tengah massa. Tidak seperti aksi 4 November lalu ketika Presiden Jokowi justru tak menemui massa dan memilih meninjau proyek kereta bandara.
Ya, memang mungkin ada “protap” tertentu saat itu yang membuat Jokowi harus ‘cabut’ sementara dari Istana Negara, tapi kali ini sikapnya menimbulkan rasa salut tersendiri. Datang sehabis meninjau renovasi Kompleks Senayan jelang Asian Games 2018, Jokowi datang dengan dipayungi karena hujan ke Lapangan Monas.
 
Dengan ditemani beberapa menteri dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, kemudian Presiden Jokowi dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (Wapres JK), ikut Salat Jumat berjamaah di Lapangan Monas.
Namun ibarat “meniru” Presiden RI pertama Ir Soekarno di Lapangan Ikada (sebutan Lapangan Monas di masa revolusi) ketika menemui pendemo pada Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945, Presiden Jokowi hanya irit berpidato.
“Terima kasih atas doa dan zikir yang telah dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan negara kita. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar,” seru Presiden Jokowi sembari bertakbir, Jumat (2/12/2016).
“Yang kedua saya ingin memberikan penghargaan setinggi-tingginya karena seluruh jamaah yang hadir, tertib sehingga acaranya bisa berjalan dengan baik, Allahu Akbar!,” tambahnya.
Sebagai penutup, Presiden Jokowi hanya berharap para peserta Aksi Damai 212 bisa segera kembali ke tempat dan daerah asal masing-masing dengan selamat. Sebuah pidato singkat, sebagaimana yang disampaikan Presiden Soekarno untuk membubarkan kepada massa Rapat Raksasa Ikada
 
Setelah itu Presiden Jokowi beserta rombongan undur diri. Setelah melantunkan salawat, massa juga berangsur-angsur membubarkan diri dengan tenang, damai dan tenteram. Alhamdulillah wasy-syukru lillah!